Kegiatan Kelurahan

Kelurahan Gadang Masuk Nominasi Otonomi Award Lurah Camat Kota Malang 2015 Bidang Pemerintahan

MALANG KOTA – Ribuan pasang mata bakal menjadi saksi sejarah dalam puncakPenganugerahan Otonomi Award Lurah-Camat 2015 di Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, malam ini. Siapa saja di antara 57 kelurahan dan 5 kecamatan  di Kota Malang yang terbaik di berbagai kategori bakal diketahui.

Ajang ini disebut bersejarah, karena Otonomi Award yang digelar Pemkot Malang bersama Jawa Pos Radar Malang ini merupakan yang pertama kali ada di Malang Raya. Bahkan di Indonesia. Karena baru kali ini ada penilaian terhadap kinerja kelurahan dan kecamatan dengan melibatkan unsur media massa dan akademisi murni.

Pada malam penganugerahan malam ini, ada delapan pemenang dari berbagai bidang yang dilombakan tingkat kelurahan. Yakni bidang kelembagaan masyarakat, PKK, keamanan dan ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Tak hanya itu, panitia juga memilih tiga juara terbaik dari seluruh bidang tersebut.

Wali Kota Malang Moch. Anton menegaskan, Penganugerahan Otonomi Award harus sukses. Sebab, ajang ini menjadi gawe terbesar Pemkot Malang yang bisa menjadi ikon untuk ditularkan di kota lain se-Indonesia. Karena ini gawe pemkot, maka dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh lurah untuk mengerahkan minimal 100 warganya untuk hadir di Graha Cakrawala pada malam ini. ”Kita ingin meramaikan Lurah Award, jadi kita minta semua lurah mengerahkan warganya,” kata Anton di sela-sela blusukan di Kelurahan Arjosari kemarin (19/4).

Menurut dia, kelurahan lain meskipun tidak menjadi finalis, diharuskan membawa suporter agar masyarakat tahu inovasi yang dilakukan kelurahan lain. ”Indikator apa saja biar mereka tahu, dan juga agar kelurahan lain tahu kelurahan mana yang akan mewakili Kota Malang dalam lomba kelurahan tingkat provinsi,” imbuhnya.

Gelaran Otonomi Award ini, menurut Anton, menjadi cara paling efektif untuk menilai kinerja bawahannya. Karena dalam penilaian yang dilakukan tim juri dari berbagai perguruan tinggi,  dilakukan secara detail. Tim juri tak hanya percaya dengan data dokumen yang disetor kelurahan dan kecamatan, tapi juri juga survei langsung. Sehingga kelurahan dan kecamatan yang benar-benar baik akan kelihatan potensinya. Sebalinya, kinerja yang tak maksimal pun juga terekam tim juri. ”Jadi ini event yang benar-benar luar biasa penting. Semata-mata untuk mendorong kinerja aparat pemerintah, terutama meningkatkan pelayanan publik,” tandas alumnus Institut Teknologi Nasional ini.

Saat disinggung terkait jawara Otonomi Award tersebut, menurut dia, dirinya sudah mengantongi jawara yang merupakan hasil dari Lurah dan Camat pilihan. Hanya saja, Anton masih merahasiakannya. ”Insya Allah besok ya, sekarang masih di kantong sebelah belakang,” kata dia lantas tertawa lepas.

Yang menarik, para juara nanti dijanjikan hadiah istimewa berupa promosi kenaikan pangkat bagi lurah dan camat. Tak hanya itu, Anton juga berjanji memberikan hadiah kejutan.

Untuk diketahui, Otonomi Award Lurah-Camat 2015 ini digelar sejak akhir Februari lalu. Pada tahap awal, para peserta yang terdiri dari kelurahan dan kecamatan diwajibkan menyetorkan data dokumen aktivitas yang sudah dilakukan pada tahun 2013 dan 2014. Dari data dokumen itu, tim juri melakukan verifikasi yang dilanjutkan dengan  tahapan focus grup discussion (FGD) bersama warga secara langsung. Warga diajak berdiskusi terkait data yang diterima juri. Setelah FGD, tim juri melakukan visitasi, yakni penilaian langsung ke warga tanpa melibatkan pihak kelurahan. Baru setelah tiga tahap itu tuntas, para lurah dan camat menjalani tahap uji panel.

Sementara itu, terkait malam puncak dibuat segebyar mungkin. Tampilan panggung supermegah telah disiapkan untuk memberi apresiasi kepada para lurah dan camat yang telah berhasil. Para penonton pun juga dihibur penampilan dua maestro lawak tanah air; Tarzan dan Marwoto.

Tarzan berjanji akan membuat suasana penuh dengan ger-geran.  Dia sudah menyiapkan materi lawakan yang pas bersama Marwoto. Apalagi, kultur dan karakter warga Malang sudah dia pahami. Sehingga dia bisa cepat nyambung untuk menyuguhkan joke-joke segar. ”Saya kan asli Malang, jadi saya sudah tahu apa yang membuat penonton terhibur,” janji Tarzan.

Yang tak kalah heboh adalah lomba bagi penonton dari masing-masing kelurahan. Penonton yang menggunakan kostum paling unik, terheboh, dan terbanyak, telah disiapkan surprise.

Project Officer Otonomi Award Abdul Muntholib mengatakan, secara umum persiapan acara puncak ini sudah sangat matang. Panggung yang disediakan juga sangat megah sehingga akan memeriahkan acara. ”Persiapan saat ini hampir seratus persen, kita yakin malam puncak akan sukses luar biasa,” kata pria yang juga Pimpinan Redaksi Jawa Pos Radar Malang ini. (riq/c2/abm)

 

Sumber : radarmalang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version